Shanghai Cooperation Organization (SCO)

Shanghai Cooperation Organization (SCO) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan di Shanghai pada tanggal 15 Juni 2001 oleh enam negara: China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan. Negara-negara anggotanya meliputi area seluas lebih dari 30 juta km2, atau sekitar tiga perlima dari Eurasia, dengan populasi 1455 Milyar, atau sekitar seperempat dari total dunia dengan bahasa utama yang digunakan adalah Bahasa China dan Rusia.

Pendahulu SCO, The Shanghai Five, berasal dan tumbuh dari usaha China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan untuk memperkuat dan membangun kepercayaan untuk pelucutan senjata di daerah perbatasan. Pada tahun 1996 dan 1997, kepala negara bertemu di Shanghai dan Moskow masing dan menandatangani Perjanjian tentang Memperdalam Kepercayaan Militer di Daerah Perbatasan dan Perjanjian tentang Pengurangan Kekuatan Militer di Daerah Perbatasan (Treaty on Deepening Military Trust in Border Regions dan Treaty on Reduction of Military Forces in Border Regions). pertemuan tahunan ini menjadi latihan yang teratur dan telah diselenggarakan secara bergantian di lima negara anggota. Topik-topik pertemuan secara bertahap diperluas dari membangun kepercayaan di wilayah perbatasan sampai kerjasama yang saling menguntungkan dalam hal keamanan, politik, diplomatik, ekonomi, perdagangan dan lainnya di antara lima negara tsb, menjadi mekanisme kerja sama yang kemudian dikenal sebagai “Shanghai Five”.

Pada ulang tahun kelima Shanghai Five, pada bulan Juni 2001, kepala negara-negara anggota dan Presiden Uzbekistan bertemu di Shanghai, tempat kelahiran Shanghai Five. Pertama, mereka menandatangani deklarasi bersama mengakui Uzbekistan sebagai anggota dari Shanghai Five dan kemudian bersama-sama mengeluarkan Deklarasi tentang Pembentukan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Dokumen ini mengumumkan bahwa untuk tujuan meningkatkan tingkat kerjasama untuk lebih efektif menangkap peluang dan menghadapi tantangan baru dan ancaman, enam negara telah memutuskan untuk mendirikan Organisasi Kerjasama Shanghai berdasarkan mekanisme Shanghai Five.

Pada Juni 2002, para kepala negara anggota SCO bertemu di St. Petersburg dan menandatangani Piagam SCO, yang secara jelas menguraikan tujuan SCO dan prinsip-prinsip, struktur organisasi, bentuk operasi, kerja sama, orientasi dan hubungan eksternal, menandai pembentukan organisasi dalam pengertian hukum internasional.

Sementara itu, Iran tampaknya semakin tertarik untuk bergabung dengan Shanghai Cooperation Organization dan membentuk poros yang kuat dengan pilar kembar SCO, China dan Rusia, sebagai penyeimbang kekuatan Amerika Serikat. SCO awalnya didirikan sebagai organisasi yang terbuka dan nonblok dan awalnya tidak ditargetkan pada pihak ketiga. Asisten Menteri Luar Negeri China, Li Hui mengatakan bahwa Shanghai Cooperation Organization tidak akan menerima anggota baru sebelum enam anggota SCO mempelajarinya dengan seksama. Organisasi ini masih sangat muda dan enam anggota SCO perlu berdiskusi lebih lanjut sebelum memutuskan apakah ya atau tidak untuk menerima anggota baru, kata Li pada 1 Juni 2004.

Permintaan Mongolia untuk berpartisipasi dalam organisasi sebagai ‘pengamat’ telah disetujui dalam pertemuan puncak bulan Juni 2004. Pedoman status negara pengamat telah disetujui dan diputuskan untuk Mongolia.

Pada tanggal 17 Juni 2004, Shanghai Cooperation Organization mengadakan KTT tahunan di Tashkent, Uzbekistan. Konferensi ini dihadiri oleh Presiden China Hu Jintao, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Kyrgyzstan Askar Akayev, Presiden Tajikistan Emomali Rakhmonov, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev dan Presiden Uzbekistan Islam Karimov. Sebagian besar perhatian media pra-KTT adalah apa yang Presiden Rusia, Putin dan Presiden China, Hu lakukan untuk memfasilitasi pengembangan hubungan ekonomi antara negara-negara SCO. Pada akhir KTT, para pemimpin menandatangani dokumen berjudul Deklarasi Tashkent. Deklarasi tersebut merupakan hasil pekerjaan SCO sejak didirikan, mengevaluasi kegiatan instansi organisasi dan menetapkan tujuan baru organisasi. Mereka juga menandatangani perjanjian kerja sama dalam memerangi perdagangan narkoba dan tentang perlindungan informasi rahasia dalam rangka pembukaan badan anti-teroris SCO, yang bermarkas di Tashkent.

India, Iran, dan Pakistan mendapat status ‘pengamat’ dalam organisasi ini pada pertemuan SCO Summit pada bulan Juli 2005 di Kazakhstan.

Source: http://www.globalsecurity.org/military/world/int/sco.htm

images:
wikimedia commons
http://en.rian.ru/infographics/20100611/159391505.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: