MiG-29 “Fulcrum”

Mikoyan MiG-29 adalah pesawat tempur generasi keempat dirancang di Uni Soviet dibuat oleh biro desain Mikoyan-Gurovich (MiG) Rusia pada tahun 1970-an, dirancang untuk menggantikan pesawat MiG-21, MiG-23, Su-15, dan Su-17 dan bersama dengan Sukhoi Su-27, dikembangkan untuk melawan pesawat Fighter Amerika Serikat yang baru seperti F-15 Eagle, dan F-16 Fighting Falcon. Dimana kemampuan MiG-29 sama dengan pesawat tempur Amerika Serikat F-18 Hornet.

MiG-29 memiliki bentuk aerodinamis yang mirip dengan Sukhoi Su-27, tetapi dengan beberapa perbedaan mencolok. Mig-29 didesain sebagian besar keluar dari aluminium dengan beberapa bahan komposit.

Pada ujung sayap (leading edge) terdapat kisi-kisi tambahan untuk lubang masuk udara dimana berguna ketika lubang masuk udara (inlet) tertutup ketika di darat dan terbuka ketika take off (mengudara). Teknik ini berguna untuk menghindari kotoran dan debu masuk ke dalam mesin ketika berada di taxi way menjelang lepas landas atau mendarat, yang dapat merusak mesin.

Hidung pesawat yang berukuran cukup besar dimaksudkan untuk menempatkan radar yang berdaya jangkau tinggi serta berkemampuan lihat-tembak-bawah (look-shoot-down), penuntun laser dan peralatan sensor inframerah. Sekalipun tidak dilengkapi dengan sistem kontrol fly-by-wire sebagaimana Su-27, MiG-29 sangat lincah dan membuatnya memiliki kemampuan baik untuk menghadapi pesawat tempur buatan Barat.

MiG-29 memiliki kontrol hidrolik dan sebuah autopilot SAU-451, tetapi tidak seperti Su-27, tidak ada sistem pengendali fly-by-wire. Pengendalinya memiliki software pembatas untuk mencegah pilot melewati batas “g” dan alpha, tetapi pembatas tersebut bisa dilepas secara manual.

Pesawat MiG-29S adalah hasil upgrade (penambahan kemampuan) dengan sistem avionik, penambahan ukuran fuselage (badan pesawat) yang memungkinkan menampung bahan bakar yang lebih banyak. Salah satu varian lanjut adalah MiG-29M yang dilengkapi dengan kontrol fly by wire dan dilengkapi dengan HUD (head up display) dan peralatan kokpit pesawat secara digital (glass cockpit). Pada model ini, peralatan pintu tambahan pada lubang masuk udara (air intake) dibuang karena dianggap membebani seperti pada model-model terdahulu.

Persenjataan untuk Mig-29 termasuk sebuah meriam 30 mm GSh-30-1 di pangkal sayap kanan. Awalnya memiliki magasen berisi 150 peluru, yang nantinya dikurangi menjadi 100 peluru di varian akhir. Mig-29 orisinil tidak bisa menembakan meriamnya apabila menggotong tangki bahan bakar sentral karena menghalangi ejeksi kasing peluru. Isu ini di atasi pada MiG-29S dan versi setelahnya. 3 pylon di pasang pada setiap sayap (empat pada beberapa varian), dan jumlah totalnya enam atau delapan cantelan senjata. Cantelan inboard bisa membawa tangki bahan bakar 1,150 liter, satu buah rudal anti pesawat jarak menengah Vympel R-27 (AA-10 “Alamo”), atau bom tak berpandu atau roket. Beberapa pesawat Soviet bisa membawa nuklir di cantelan inboard. Cantelan luar biasanya membawa rudal dogfight R-73 (AA-11 “Archer”), meski beberapa pengguna lama masih menggunakan R-60 (AA-8 “Aphid”). Sebuah tangki 1,500 liter bisa dipasangkan di tengah2 badan, di antara mesin, untuk penerbangan feri, tetapi tidak digunakan untuk penerbangan tempur. MiG-29B orisinil bisa membawa bom serbaguna dan pod roket tak berpandu, namun tidak bisa membawa munisi berpandu-presisi. Model yang ditingkatkan memiliki kemampuan berpandu laser dan bom elektro-optikal, juga rudal udara ke permukaan.

Sekarang ini ada beberapa program peningkatan yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia untuk penempur MiG-29 yang termasuk: meningkatkan avionik untuk menyesuaikan dengan standar NATO / ICAO, penambahan masa tugas pesawat hingga 4000 jam terbang (40 tahun), meningkatkan kemampuan tempur dan kehandalan, peningkatan keamanan. Pada tahun 2005 Korporasi Pesawat Rusia “MiG” memulai pembuatan keluarga baru dari penempur multiperan yang termasuk generasi 4++ (penempur berbasis-kapal induk MiG-29K, penempur garis depan MiG-29M dan MiG-35).

– MiG-29 A Angkatan Udara Rumania, telah dipensiunkan seluruh armada MiG-29 yang dipunyai.
– MiG-29 (Produk 9.12)
Versi produksi awal; memasuki masa bakti tahun 1993. Kode panggilan NATO “Fulcrum-A”.
– MiG-29B-12 (Produk 9.12A)
Versi ekspor yang sudah diperlemah untuk negara-negara diluar Pakta Warsawa. Tidak memiliki sistem penembakan senjata nuklir dan memiliki radar, ECM dan IFF yang diperlemah. Kode panggilan NATO “Fulcrum-A”.
– MiG-29UB-12 (Produk 9.51)
Model berkursi ganda. Tidak memiliki radar dan hanya menggunakan sensor inframerah. Kode panggilan NATO “Fulcrum-B”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: