Lockheed Martin F-104 “Starfighter”

Lockheed F-104 Starfighter adalah pesawat penyalip supersonik berperforma-tinggi yang berkecepatan tinggi yang dirancang pada tahun 1954. Pesawat tipe ini umumnya digunakan sebagai pesawat pembom berkecepatan-tinggi di Eropa sejak tahun 1960-an hingga 1980-an.

Pada tahun 1958, pesawat F-104 Starfighter pernah menciptakan rekor dunia baru dengan kecepatan 2.259,82 km/jam.

Starfighter adalah pesawat tempur pertama yang mampu bertahan dalam penerbangan kecepatan Mach 2, kecepatan dan kinerja dalam memanjat tetap mengesankan bahkan oleh standar modern. Dilengkapi dengan sayap tipis bermata pisau supersonik (terlihat dari kokpit hanya dalam cermin), ia dirancang untuk kinerja optimal dengan kecepatan Mach 1,4. Jika digunakan secara tepat, dengan kecepatan tinggi, dan serangan kejutan luar biasa, bisa menjadikannya lawan tangguh bagi pesawat lain. Pesawat ini sangat stabil pada kecepatan tinggi (600 + kts) dan pada tingkat yang sangat rendah, sehingga menjadi pesawat tempur taktis yang tangguh. Namun, ketika menjadi mengubah kecepatan rendah dengan lawan subsonik konvensional, hasil dogfights selalu rata-rata. Jari-jari berputar yang besar F-104 adalah akibat kecepatan tinggi yang diperlukan untuk manuver.

Catatan keselamatan yang buruk dari Starfighter membawa pesawat ini ke mata publik, khususnya saat melayani Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman). Skandal suap Lockheed seputar kontrak pembelian menyebabkan kontroversi besar di Eropa dan Jepang.

Sebuah masalah mesin adalah bahwa pembukaan yang tidak diperintah dari nosel pendorong variabel (biasanya akibat hilangnya oli mesin), meskipun mesin akan berjalan normal pada daya tinggi, pembukaan nosel mengakibatkan penurunan drastis terhadap daya dorong. Sebuah modifikasi dapat diinstal di penutup kontrol nosel secara manual untuk mengurangi masalah tsb. Mesinnya juga diketahui seringkali terjadi afterburner saat lepas landas atau bahkan pada saat non-pengapian yang mengakibatkan kerugian besar terhadap daya dorong.
Kecelakaan fatal pertama dalam pelayanan di Jerman disebabkan oleh ini. Beberapa awak pesawat mengalami aktivasi sistem “Stick Kicker” pada tingkat rendah ketika terbang lurus yang bertingkat, sehingga F-104 sering terbang dengan sistem dinonaktifkan. Penyebaran flap secara asimetris adalah penyebab umum lain kecelakaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: