Concorde

Aérospatiale-BAC Concorde adalah sebuah pesawat terbang supersonik yang merupakan satu dari dua jenis pesawat penumpang supersonik yang pernah melayani jalur transportasi secara komersial.
Concorde adalah pesawat supersonik (pesawat dengan kecepatan suara) pertama yang diciptakan pada dekade 1950-an hasil kerjasama antara Inggris dan Perancis. Tambahan huruf ‘e’ pada nama Concorde diberikan Inggris sebagai ucapan terima kasih atas jasa Perancis dalam pembuatan pesawat ini.

Penerbangan komersial yang dioperasikan oleh British Airways dan Air France ini dimulai pada 21 Januari 1976 dan berakhir pada 24 Oktober 2003, dengan penerbangan terakhir pada 26 November tahun yang sama.

Salah satu hal unik dari pesawat ini adalah bagian hidungnya yang dapat dibengkokkan. Sekilas pembengkokkan hidung Concorde hanya seperti aksesoris saja. Namun ternyata, penekukan hidung ini (sudut penekukannya 12,5 derajat hingga 30 derajat) perlu dilakukan saat hendak mendarat agar hidung Concorde tidak menghalangi pandangan pilot ke arah landasan lapangan terbang dibawah.

Concorde memiliki kecepatan jelajah 2,04 Mach (kecepatan suara) dan ketinggian terbang hingga 60.000 kaki (17.700 meter) dengan konfigurasi sayap delta dan evolusi mesin yang dilengkapi dengan mesin jet afterburner awalnya dikembangkan untuk pesawat pengebom strategis (bomber) Avro Vulcan.

Pesawat concorde mengalami 1 kecelakaan yang sangat fatal,yakni Air France Penerbangan 4590.penerbanagan ini adalah penerbangan terjadwal khusus concorde yang melakukan penerbangan dari bandara internasional Charles de Gaulle Paris, Perancis menuju New york, USA. menurut NTSB,kecelakaan ini disebabkan ban pecah.

Pembengkokkan hidung Concorde?

pesawat dengan wingspans pendek biasanya harus lepas landas dan mendarat di sudut serangan yang agak tinggi untuk mengangkat dan mengimbangi sayap yang lebih kecil.

Seperti yg sudah dijelaskan, concorde pesawat supersonic, maka sayap spannya (Wingspan) tidak panjang tapi jadi bentuk segitiga.

Kenapa segitiga? Panjang penjelasannya. Tapi yang pasti sayap tidak bisa terlalu lebar dikarenakan bisa hancur berantakan strukturnya pas terbang pada kecepatan supersonic.

Tapi ketika pesawat mendarat, tidak mungkin mendarat dgn kecepatan supersonic. Karena gaya angkat atau gaya terbang pesawat dipengaruhi sama kecepatan terbang dan lebar sayap. Maka pesawat concorde yg bersayap kecil harus terbang cepat biar tidak kehilangan gaya angkat atau stall.

Nah, ketika mendarat kan tidak boleh terlalu cepat. Disitu lah sudut serang atau angle of attack(aoa) berperan. Semakin besar aoa(dalam batasan tertentu), gaya angkat akan semakin besar, jadi pesawat concorde itu bisa tetap terbang walau kecepatannya rendah.

Karena aoa terlalu besar, maka kokpit dibengkokan agar pilot dapat melihat landasan pacunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: