Taylorisme : Sebuah Manajemen Ilmiah

Frederick Winslow Taylor

Katakanlah Anda seorang muda yang bekerja di satu tempat. Mungkin saja itu perusahaan jasa, pabrik atau perusahaan kecil—di mana pun itu.

Berdasarkan apa yang Anda alami di tempat kerja, Anda mungkin bisa menduga bahwa atasan Anda menganut prinsip-prinsip dan metode manajemen ilmiah. Prinsip-prinsip yang dirumuskan F.W. Taylor enam puluh tahun lalu itu telah membentuk pandangan sang manajer. Taylorisme meyakini bahwa ‘Hampir semua pekerja cenderung berlambat-lambat dalam bekerja sambil tetap meyakinkan atasannya bahwa dia bekerja sesuai kecepatan yang ditentukan. Di bawah sistem seperti ini, pekerja diberi tahu dulu tugas-tugas yang mesti dikerjakannya dan bagaimana melakukannya. Perubahan seremeh apapun yang dia lakukan terhadap perintah bisa berakibat fatal bagi kesuksesan karirnya kelak’.

Singkatnya, empat prinsip-prinsip Taylor adalah sebagai berikut: hanya ada satu cara terbaik untuk mengorganisir pekerjaan (yaitu manajemen) berdasarkan metode rekayasa; pekerja secara ilmiah mesti dipas-paskan dengan tugas-tugas spesifik; formula manajemen adalah ‘supervisi, imbalan, dan sanksi; dan tugas manajer adalah merencanakan, mengkoordinasi, dan mengendalikan.

Manajemen Waktu dengan memisahkan pekerjaan atau spesialisasi

Menurut Taylorisme, pekerjaan diurai berdasarkan komponen-komponen yang sudah disederhanakan, terspesialisasi dan baku. Para pekerja mesti beradaptasi terhadap mesin. Pengetahuan yang Anda peroleh sebagai pekerja hanya sebatas yang perlu saja, dan deskripsi kerja dirancang berdasarkan pengetahuan tersebut. Wewenang dan pengambilan keputusan merupakan hak atasan.
Berpikir, mengendalikan, dan mengkoordinasikan hanya dilakukan oleh para manajer. Anda dibayar hanya untuk bekerja, dan itu dinyatakan dengan jelas. Anda adalah bagian manajemen modern, yang dicirikan oleh kontrol yang ketat, pengambilan keputusan top-down yang sentralistis, serta tugas-tugas yang telah terprogram dan terinci. Anda tidak perlu repot-repot berpikir. Berpikir adalah aktivitas yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dan pengumpulan informasi, dan hal itu adalah hak prerogatif manajemen. Memang untuk itulah jajaran manajer dibayar.

Dari tabel ini, Anda bisa mengetahui bagaimana Taylorisme memandang kehidupan kerja Anda.

Pandangan A
Manusia itu pandai dan mampu.
Manusia itu bertanggung jawab.
Manusia mampu mengelola diri sendiri.
Manusia mampu berpikir.

Pandangan B
Manusia itu tunduk dan patuh.
Manusia itu tidak bertanggung jawab.
Manusia perlu diawasi/ disupervisi.
Manusia mampu melaksanakan.

Gaya A
Gaya kepenyeliaan: pemberdayaan.
Informasi dibagi.
Atmosfernya terbuka/ saling percaya.
Gaya ini mengorganisir proses.
Hierarki lebih datar.
Penggunaan tim untuk mengelola.
Konsumen mengarahkan kinerja.
Hasil tim lebih dihargai.
Multikemampuan dihargai.
Maksimalisasi kontak dengan pemasok/ konsumen
Gaya ini mengajari orang untuk berpikir dan belajar.

Gaya B
Gaya kepenyeliaan: pengendalian.
Informasi disaring.
Atmosfer tertutup/ serba curiga.
Gaya ini mengorganisir tugas.
Hierarki piramid.
Manajer terbiasa mengelola.
Profitabilitas mengarahkan kinerja.
Kinerja individual lebih dihargai.
Kecakapan spesifik dihargai.
Kontak dengan pemasok/ konsumen dibatasi.
Gaya ini mengajari orang untuk mengikuti solusi yang didiktekan.

Menurut filosofi ala Taylor yang tercermin dalam Pandangan B, atasan akan menentukan sampai dimana Anda bisa memakai kemampuan Anda. Anda tidak perlu ikut mengambil keputusan. Anda akan diawasi dan kerja Anda akan diukur waktunya secara ketat. Pergerakan Anda dimonitor untuk mengetahui presisi dan kepatuhan Anda. Anda melapor pada atasan langsung. Anda hanya bisa menduga-duga apa yang terjadi di level atas berdasarkan gosip-gosip yang beredar.

Taylor's time and motion gaya ford

Atasan Anda beserta manajernya mengontrol informasi tentang penjadwalan, kinerja, siapa yang mengerjakan apa, dan fakta-fakta menarik lainnya. Dia memutuskan apa yang perlu Anda ketahui dan menyampaikan tuntutan kerja spesifik serta ancaman terselubung tentang masa depan karir Anda seandainya Anda tidak patuh. Anda belajar untuk tidak mempercayai siapa pun, terutama atasan Anda, kendati Anda tetap melihat-lihat situasi tentang siapa-siapa yang patut Anda percayai.

Bila manajemen tidak punya keluhan tentang Anda dan masih membutuhkan produktivitas Anda, Anda akan terus bekerja di sana. Bila mereka tidak butuh Anda, Anda akan menerima surat pemecatan. Tidak begitu keliru kalau Anda merasa bahwa di mata seorang manajer ilmiah, Anda tidak lebih sebuah komoditas.

Para manajer ilmiah dengan seenaknya menganggap Anda mau begitu saja mengabaikan pilihan-pilihan Anda sendiri perihal bagaimana, kapan dan dengan siapa Anda ingin bekerja. Bagi mereka, Anda akan bersedia menggadaikan upaya Anda demi uang berdasarkan persamaan berikut ini.
Lebih banyak upaya = lebih banyak uang.
Sedikit upaya = sedikit uang.

Dengan demikian Anda akan diminta mengerahkan ketrampilan Anda (dan bukan jiwa Anda) pada pekerjaan.

Frederick Taylor

http://umum.kompasiana.com/2009/05/10/anda-tidak-diharapkan-untuk-turut-berpikir/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,345 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: