Kerusuhan Melanda Kosovo Utara

Setelah kerusuhan terburuk terjadi di kota Mitrovica Senin (17/03), pasukan NATO dapat kembali menguasai keadaan dalam waktu tujuh jam. Pemerintah administrasi PBB diperintahkan untuk meninggalkan Mitrovica.

Di Pristina, juru bicara Aleksander Ivanov menjelaskan alasan penarikan mundur para petugas sipil Perserikatan Bangsa-Bangsa, “Seluruh personal sipil dievakuasi dari Mitrovica utara. Kemungkinan, kepolisian internasional yang ditugaskan di sana juga ditarik mundur. Pasukan internasional untuk Kosovo telah mengambil alih tanggung jawab keamanan.“

Kaca-kaca jendela hancur berserakan, mobil-mobil penyok dan korban luka-luka berjatuhan. Itulah yang kini tersisa di Mitrovica. Warga setempat tidak berani keluar rumah. Namun dokter Gordana Cabric harus menolong seorang pria, karena matanya masih tertancap peluru karet. Tak lama kemudian, dokter Cabric terperangkap di tengah-tengah bentrokan antara demonstran Serbia, pasukan internasional pelindung Kosovo dan polisi PBB.

Dokter Cabric menggambarkan kejadian itu, “Kami ingin menolong warga yang terluka akibat gas air mata. Lima menit kemudian dua kendaraan NATO datang mencoba menabrak kami. Dua roket sinyal cahaya meledak di dekat kami, salah satunya di depan ambulans.”

Pertempuran jalanan tersebut meninggalkan bekas di benak warga. Bentrokan yang terjadi di daerah Kosovo utara yang dihuni warga Serbia itu merupakan kerusuhan terburuk sejak kemerdekaan Kosovo 17 Februari lalu. Di Mitrovica yang dihuni banyak warga Serbia, tidak ada yang mau berurusan dengan warga etnis Albania Kosovo. Warga Serbia di kota itu bahkan menolak kemerdekaan Kosovo.

Akhir pekan lalu, bekas pegawai pengadilan Serbia di Mitrovica Utara mengadakan pemogokan. Mereka hanya mau bekerja di bawah pemerintahan Serbia. Bagi para bekas pegawai itu, Kosovo merupakan salah satu provinsi Serbia. Sejak pekan lalu mereka memblokir pintu depan gedung pengadilan dengan kontainer putih dan menutup jalan. Tak lama kemudian, polisi PBB membubarkan kerumunan di depan gedung pengadilan.

Kerusuhan di Mitrovica Utara bertepatan dengan gelombang kekerasan berlatar belakang etnis terbesar terakhir yang terjadi empat tahun lalu pada tanggal 17 Maret 2004. Waktu itu, sekitar 20 warga Serbia dan Albania Kosovo tewas. Pasukan internasional tidak dapat mencegah pembantaian empat ribu warga Serbia karena mereka hampir tidak ada kontak dengan penduduk dan praktis tidak mengenal suasana di Kosovo.

Ketua komite Kosovo di parlemen Serbia, Dusan Prorokovic menarik garis paralel dengan peristiwa empat tahun lalu, “Sampai sekarang kami tidak pernah menerima jawaban mengenai pertanyaan apa dan alasan yang sebenarnya terjadi waktu itu. Sekarang lagi-lagi terjadi aksi brutal melawan para jaksa dan hakim Serbia yang tidak bersenjata dan aksi kekerasan pasukan internasional itu sama sekali tidak dibenarkan.“

Pemerintah administrasi PBB memiliki pandangan yang berbeda. Mereka berusaha mencegah perpecahan di kawasan utara Serbia. Tapi kewenangan mereka terbatas dan sama sekali tidak ada, dengan ditarik mundurnya para pegawai sipil. Sejak lama pemerintah Serbia membentuk struktur paralel dengan administrasi PBB. Kosovo praktis terbagi dua dengan kawasan Serbia di bagian utara dan kawasan Albania di selatan.

Saat ini di Kosovo terancam terjadi kekosongan kekuasaan. Di utara, warga etnis Serbia sangat berpengaruh, sementara daerah selatan dikuasai pemerintah yang didominasi etnis Albania. Di tengah-tengah terdapat pemerintah administrasi PBB, pasukan pelindung Kosovo dan Uni Eropa yang harus membantu supaya Kosovo yang merdeka tidak terpecah belah. (ls)

18.03.2008 Deutsche Welle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: