Sejarah UNI Eropa

I. Sejarah Pendirian Uni Eropa

Negara-negara Eropa terkungkung dalam peperangan berdarah antara negara tetangga yang bermuara pada perang dunia II (PD II). Eropa terbagi menjadi 2 kubu, yaitu barat dan timur. Di barat mereka mendirikan sebuah organisasi dengan nama “Council of Europe” atau disebut juga dengan Dewan Eropa pada tahun 1949.

Berakhirnya PD II yang menyisakan abu dengan kemenangan di tangan sekutu dan munculnya perang dingin antara sekutu dan Rusia memunculkan ide tentang cara terbaik untuk menyelematkan Eropa di masa depan. Robert Schuman, adalah menlu Perancis yang mengemukan ide-ide nya dalam sebuah presentasi pada tanggal 9 May 1950 (“Europe Day”). Ide tersebut akhirnya tertuang ke dalam terbentuknya “European Coal and Steel Community (ECSC)” yang ditanda tangani pada tanggal 18 April 1951. “ECSC” yang dibentuk oleh 6 negara pionir yang juga merupakan anggota Dewan Eropa yaitu Perancis, Jerman, Belgia, Belanda, Luxemburg dan Italia terbukti setelah lebih dari setengah abad, berhasil menyatukan Eropa secara politik dan ekonomi sekaligus meningkatkan martabat negara-negara Eropa. Karena pada dasarnya peperangan adalah pilihan negara-negara yang tidak beradap dan bermartabat.

II. Perkembangan Uni Eropa

Ditandai dengan peluncuran pesawat ulang alik Rusia Sputnik I pada tanggal 25 Maret 1957, melalui Traktat Roma dibentuklah “European Economic Community (EEC)” dengan prinsip menuju kepada terciptanya “Common Market (CM)”. “CM” adalah tahap integrasi suatu wilayah atau negara-negara dimana pergerakan barang dagang, jasa, modal dan penduduk dibebaskan secara bertahap sampai tidak ada lagi hambatan. Sampai saat ini proyek “CM” masih dalam proses penyempurnaan. Artinya, pergerakan barang dagang, jasa, modal dan orang di Eropa belum sepenuhnya bebas untuk semua negara anggota.

Pada bulan Agustus 1961, pemerintahan komunis di Berlin timur membangun tembok yang memisahkan antara eropa timur dan barat dengan tujuan membatasi pengikut mereka untuk bersentuhan dengan angin kebebasan yang berhembus di Eropa barat yang dikenal dengan Tembok Berlin.

Tindakan pemerintahan komunis tidak menyurutkan usaha 6 negara untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan politik mereka. Pada tanggal 30 Juli 1962, negara anggota sepakat untuk membentuk usaha bersama dalam kerangka “Common Agriculture Policy” (“CAP”). Usaha bersama ini memungkinkan negara-negara anggota secara bersama-sama untuk mengontrol produksi makanan dengan sistim memberikan harga yang setara untuk semua petani. Kebijakan ini berhasil dalam menjamin tersedianya pasokan makanan di Eropa, bahkan kelebihan suplai. Sejak tahun 90-an, kebjikanan diarahkan kepada pengurangan surplus produksi dan peningkatan kualitas pangan.

Pada bulan Juli 1968, enam anggota UE setuju untuk menghilangkan bea cukai dan menyamaratakan tarif untuk negara ketiga (“Custom Union”). Sejak itu perdagangan antara negara anggota bertumbuh secara cepat. Pertumbuhan ini juga terlihat dengan negara ketiga dan sekarang menjadikan UE sebagai salah satu pasar tujuan ekspor terbesar di dunia termasuk Indonesia.

Untuk mempertahankan stabilitas mata uang serta menghapus biaya transaksi perdagangan, UE untuk pertamakali merencanakan pembentukan mata uang tunggal pada tahun 1970. Rencana ini kemudian direalisasikan dengan pelaksanaan European Exchange Rate Mechanism (ERM) pada tanggal 24 April 1972 yang pada prinsipnya membatasi fluktuasi nilai antar mata uang anggota. ERM merupakan langkah awal terbentuknya Euro (30 tahun kemudian).

Ada juga yang berpendapat tujuan EMU adalah untuk meningkatkan peranan UE dalam sistem keuangan dunia. Pendapat lainya adalah sebagai syarat mutlak untuk terjadinya pasar tunggal yang efektif dan efisien.

Tahun 1973 merupakan tahun pertama ekspansi UE menjadi 9 anggota dengan bergabungnya Denmark, Inggris dan Irlandia yang otomatis meninggalkan keanggotaan mereka di “European Free Trade Area (EFTA)”. Sebagai catatan, EFTA sekarang masih ada dengan jumlah yang semakin menipis (4 anggota). Kegagalan EFTA disinyalir karena kurangnya landasan hukum untuk berintegrasi secara politik seperti yang dilakukan UE.

Untuk mengurangi jurang antara si kaya dan si miskin, pimpinan UE sepakat membentuk “European Regional Development Fund (ERDF)” pada tahun 1974. Program ini berlanjut sampai sekarang dengan prioritas peningkatan kualitas infrastruktur didaerah-daerah periferi (tertinggal). Jumlah dana yang dikeluarkan kurang lebih sepertiga dari total belanja UE.

Sejak 1979, masyarakat eropa diberikan hak untuk memilih langsung wakil mereka di parlemen UE yang sebelum merupakan delegasi parlemen negara anggota. Dengan demikian, anggota parlemen UE bukan lagi delegasi negara anggota, melainkan delegasi dari lintas partai yang ada di negara-negara anggota seperti partai sosialis, konservatif, liberal, hijau dan sebagainya.

Pada dekade 80-an, anggota UE bertambah menjadi 12 negara dengan masuknya Yunani tahun 1981 serta Spanyol dan Portugal tahun 1986. Walaupun bea cukai sudah dihapuskan tahun 1968, namun hambatan dagang masih tetap dirasakan dikarenakan perbedaan peraturan pada masing-masing negara anggota. Oleh karena itu ditandatanganilah “Single European Act (SEA)”. “SEA” juga memberikan wewenang lebih kepada parlemen UE untuk mengatur masalah pelestarian lingkungan.

Seiring dengan berhasilnya kerjasama ekonomi dan politik di Eropa Barat, keruntuhan komunis di Eropa tengah dan timur berawal di Polandia dan Hungaria yang kemudian berlanjut dengan runtuhnya Tembok Berlin tahun 1989 diikuti eksodus penduduk dari timur ke barat. Bebaslah mereka dari kungkungan komunis.

Mengawali tahun 90-an, peperangan terjadi di wilayah Balkan termasuk Yugoslavia, Kroasia dan Bosnia tahun1991. Berbeda dengan UE, negara-negara anggota UE sepakat memperkuat integrasi mereka melalui penandatanganan Traktat Uni Eropa atau Traktat Maastricht pada 7 Februari 1992. Melalui traktat ini, UE berhasil menetapkan aturan main untuk rencana mata uang tunggal, komunitas kerjasama luar negeri dan kerjasama di bidang keamanan dan peradilan yang terkenal dengan tiga pilar kebijakan UE. Ini sekaligus menjadi moment perubahan nama dari Komunitas Masyarakat Eropa menjadi Uni Eropa.

Pasar tunggal Eropa menjadi kenyataan pada tahun 1993 dengan diratifikasinya perangkat hukum untuk menjamin bergerak dengan bebasnya faktor produksi yang mengarah kepada skala ekonomis, distribusi dan efisiensi ekonomi.

Ekspansi ketiga UE ditandai dengan bergabungnya Austria, Finlandia dan Swedia pada tahun 1995 sehingga menjadi 15 negara anggota (hampir seluruh negara Eropa Barat). Perjanjian “schengen” dimana visa tidak dibutuhkan lagi untuk memasuki wilayah anggota yang meratifikasi ditandatangani oleh tujuh negara anggota yaitu Belgia, Jerman, Spanyol, Perancis, Luxemburg, Belanda dan Portugal.

Reformasi institusi dilakukan melalui penandatanganan Traktat Amsterdam pada tahun 1997. Traktat ini pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kuasa kepada UE untuk bersuara di pentas dunia, meberikan prioritas pada peluang kerja dan hak-hak warga negara anggota.

Eskpansi terbesar dalam sejarah UE dimulai prosesnya pada Desember 1997 yang kali ini melibatkan 10 negara eropa timur yang baru terbebas dari perang sipil.

Mata uang EURO untuk pertamakali digunakan hanya untuk transaksi komersial dan keuangan pada tanggal 1 Januari 1999. Sedangkan mata uang kertas dan koin akan dicetak belakangan. Negara yang setuju memakai EURO sebagai mata uang ada 12 negara (Yunani masuk tahun 2001). Inggris, Denmark dan Swedia berjibaku untuk berdiri di luar kerangka EURO dengan alasan politis (kedaulatan keuangan) untuk mensukseskan peluncuran EURO sebagai mata uang masa depan Eropa dan Dunia digunakanlah “European Currency Unit (ECU) sebagai satuan nilai tukar mata uang negara anggota dengan EURO. Misal 1 Deutsche Mark = € 0,68 dstnya. Sementara European Exchange Rate Mechanis m (EERM) diterapkan untuk menahan fluktuasi kurs antara mata uang anggota dengan ECU.

Perayaan tahun baru 2002 sekaligus menjadi momentum peluncuran EURO sebagai mata uang tunggal di 12 negara UE. Uang kertas EURO memiliki fitur yang sama di semua negara, sedangkan koin memiliki ciri khas negara anggota. Aktifitas penyedotan mata uang lama seperti “Deutsche Mark (DM)” dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Sementara pencetakan dan distribusi mata uang baru merupakan tugas logistik baru yang menyenangkan, karena akan berdampak positif terhadap pengurangan transaksi perdagangan dan stabilitas mata uang.

III. UE Masa Kini

Bergabungnya 10 negara Eropa Timur May, 2004 merupakan ekspansi terbesar UE. Sebagimanan disebutkan sebelumnya, negara-negara anggota baru ini sudah antri sejak tahun 1997. Dengan keanggotaan yang semakin besar, traktat baru yang mampu mengakomodasi kondisi baru institusi. Gagalnya referendum di Belanda dan Perancis 2005 merupakan peringatan bagi UE bahwa segala sesuatu ada batasnya termasuk integrasi. Walau perwakilan ke-25 negara anggota UE telah menandatangani konstitusi UE oktober 2004, ternyata rakyat di negara anggota jauh lebih berkuasa. Konstitusi yang sudah ditandatangani itu untuk sementara belum bisa diratifikasi. Pimpinan UE mendeklarasikan “period of reflection” untuk sementara masing-masing anggota memikirkan ulang secara seksama alasan kegagalan ratifikasi ini yang merupakan hal yang cukup memprihatinkan pemimpin UE. Apakah rakyat masih bersama mereka?

Terlepas dari gagal diratifikasinya konstitusi UE pertama yang sudah ditandatangani, ekspansi ke timur terus bergulir. Kali ini Bulgaria dan Romania resmi menjadi anggota baru Januari 2007 yang menjadikan UE sekarang beranggotakan 27 negara anggota.

UE sangat berhasil memperluas integrasi dari segi kwantitas, namun belum tentu berhasil dalam mempertahankan kwalitas integrasinya. Kekhawatiran tentang adanya keterbatasan UE dalam memperdalam integrasi dan adanya defisit demokrasi dalam sistem pengambilan keputusan UE yang cenderung ”Top Down” mulai mengemuka. Usaha UE untuk meingkatkan kwalitas integrasinya sejak anggotanya berjumlah 27 yaitu dengan menampung aspirasi di Perancis dan Belanda dan merevisi konstitusi UE yang ditolak tahun 2005 menjadi Traktat Lisbon (TL) kembali mendapatkan batu sandungan setelah referendum di Irlandia menyatakan tidak untuk TL.

Bagaimana sejarah UE bergulir pada detik-detik ke depan? Mari sama-sama kita pasang mata dan telinga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,345 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: