Patung-patung Bisu di Pulau Paskah

PULAU Paskah (Easter Island) adalah sebuah pulau di Pasifik Selatan yang dimiliki Chili. Keberadaan deretan patung-patung bisu di pulau ini menjadikannya salah satu lokasi wisata menarik yang dimiliki Chili.

Nama Pulau Paskah diberikan oleh penjelajah Belanda yang menemukannya pada hari Minggu Paskah 1722. Terletak di Pasifik Selatan, antara Chili dan Tahiti, pulau ini adalah salah satu pulau berpenghuni paling terisolasi di dunia.

Pulau Paskah terkenal dengan patung-patung membisu yang berdiri di pulau itu. Patung-patung ini didirikan oleh masyarakat Rapa Nui antara abad ke-10 dan abad ke-16 AD. Kumpulan keajaiban kuno ini masih belum sepenuhnya dipahami.

Bila datang ke sini, Anda bisa melihat Ahu Tahai. Ahu (mimbar upacara) di Tahai berada di dekat sebuah lereng perahu yang terbuat dari batu pantai berbentuk bulat dan diduga menjadi salah satu struktur Ahu paling awal di pulau ini, yang berasal dari 690 Masehi.

Selain itu ada juga Ahu Tongariki dimana 15 dari patung Moai yang terkenal berdiri dalam barisan militer di atas mimbar batu datar.

Atau Anda bisa berkunjung ke Rano Raraku yang merupakan sebuah kawah vulkanik. Di sini, Anda bisa menemukan patung terkenal Moai yang terbuat dari batu vulkanik dan tersebar di lereng dalam berbagai tahap penyelesaian.

Ada juga Rano Kau. Bila mendaki ke puncak gunung setinggi 400 meter ini, panorama kesunyian pulau di Pasifik Selatan akan bisa Anda nikmati.

Tempat lainnya yang juga harus dikunjungi adalah Orongo. Orongo adalah sebuah desa batu dan pusat upacara di ujung barat daya Pulau Paskah.

Orongo mempunyai lokasi dramatis di bibir kawah Rano Kau, dimana sebuah jurang sedalam 250 meter menyatu dengan dinding bagian dalam kawah Rano Kau. Kawah ini penuh dengan sisa-sisa sekte Birdman yang dipraktekkan sampai 1867.

Sejarah manusia dan patung-patung di Pulau Paskah dimulai dari penduduk Polinesia sekitar 400 AD yang mungkin datang dari pulau Mangareva atau Pitcairn. Orang-orang Polinesia ini mendirikan sebuah peradaban yang relatif maju dan kompleks.

Pulau ini kemudian ditemukan oleh navigator Belanda Jakob Roggeveen, pada 1722 tepatnya pada hari Minggu Paskah. Inilah mengapa pulau ini dinamakan Pulau Paskah.

Sebenarnya peradaban Pulau Paskah telah merosot secara drastis selama 100 tahun sebelum kedatangan Belanda. Ini dikarenakan kelebihan jumlah populasi, penggundulan hutan dan eksploitasi pulau dengan sumber daya alam terbatas.

Pulau Paskah juga mempunyai pohon yang sangat sedikit, namun hal ini tidak selalu terjadi. Pulau ini dulunya memiliki pohon palem, tapi tampaknya pohon-pohon ini banyak yang ditumbangkan dalam proses mendirikan patung-patung serta membangun perahu nelayan dan bangunan.

Ada bukti bahwa hilangnya pepohonan di pulau itu bertepatan dengan runtuhnya peradaban Pulau Paskah. Di sini juga ditemukan beberapa bukti kanibalisme.

Semua sisi misterius dari patung yang membisu di Pulau Paskah bisa Anda nikmati dengan paket wisata yang ditawarkan adventure-life.com seharga US$810 (sekitar Rp7,2 juta) selama lima hari.(MI/*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,100 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: