Protes Massal Anti Pemerintah Landa Mesir

Demonstrasi antipemerintah merebak di Mesir setelah para aktivis menggalang kampanye di internet pasca pergolakan rakyat di Tunisia.

Ribuan demonstran berarak melewati jalan-jalan ibukota Mesir, Kairo sambil memekikkan yel-yel anti pemerintah.

Aksi massal ini berlangsung setelah kalangan aktivis menyerukan ”satu hari revolusi” melalui pesan yang disebarkan di internet.

Barisan polisi antikerusuhan menghadapi dan berusaha membubarkan massa pengunjukrasa di Kairo dengan gas air mata.

Beberapa pekan kerusuhan di negara tetangga Mesir, Tunisia, akhirnya menumbangkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali awal bulan ini.

Demonstrasi jarang terjadi di Mesir, mengingat pemerintah Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa sejak 1981 tidak menenggang perbedaan pandangan.

Aksi-aksi politik di Kairo dikoordinasikan aktivis lewat laman di situs jejaring sosial Facebook. Puluhan ribu pendukung mengklik laman tersebut untuk menyatakan mereka akan ikut serta.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan rapat umum digelar di beberapa tempat di Kairo, dan jumlah warga yang ikut lebih banyak dari yang diharapkan penggerak aksi.

Konfrontasi yang diwarnai bentrokan terjadi di beberapa tempat, katanya.

Di depan gedung parlemen, barisan polisi yang dibekali perisai, gas pemedih mata dan meriam air bentrok dengan massa demonstran yang melemparkan batu.

‘Tidak takut’

Kantor berita AP melaporkan di Lapangan Tahrir di tengah Kairo, demonstran menyerang meriam air polisi, membobol pintu pengemudi dan menggelandang keluar petugas dari kendaraan lapis baja tersebut.

Polisi menghalau mundur massa demonstran dengan pentungan setelah sebagian pengunjukrasa mencoba menerobos barikade polisi agar bisa mencapai tempat demonstrasi utama, lapor AP.

Salah seorang demonstran, Tareq el-Shabasi, 43 tahun, mengatakan kepada AP: “Saya datang kemari dengan kesediaan untuk mati, saya tidak takut apa-apa.”
Demonstran di MEsir

Kantor berita AFP melaporkan demonstran berkumpul di luar Gedung Mahkamah Agung, dan membentang berbagai plakat bertuliskan ‘Tunisia adalah solusinya.”

Mereka kemudian menerobos barikade polisi dan mulai berarak di jalan-jalan kota sambil berpekik: ”Ambruklah Mubarak.”

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa sebagian meneriakkan yel-yel yang ditujukan ke putra Presiden Mubarak, Gamal, orang yang diyakini kalangan analis politik sedang diperisapkan menggantikan ayahnya di kursi presiden.

”Gamal beritahu ayahmu bangsa Mesir benci kamu,” teriak massa.

Penggerak demonstrasi menggalang aksi dengan harapan protes akan tertuju ke penyiksaan, kemiskinan, korupsi dan pengangguran.

Mereka menyebut aksi massal hari Selasa ”awal dari akhir”.

”Ini akhir kebungkaman, kebisuan, kepasrahan atas perkembangan di negara kami,” kata mereka dalam komentar yang disiarkan kantor berita Reuters.

”Ini akan menjadi awal babak baru dalam sejarah Mesir -beraksi dan menuntut hak kami,” tambah mereka.

Mesir menghadapi masalah sosial dan politik yang mirip dengan kondisi yang memicu keresahan sosial di Tunisia, seperti kenaikan harga bahan pangan, pengangguran, dan kemarahan atas praktik korupsi oleh pejabat.

Namun massa kubu oposisi politik Mesir terpecah menjadi dua.

Mereka harus memilih protes yang digerakkan oleh salah seorang tokoh Mesir, Mohamed ElBaradei -mantan bos badan atom PBB, IAEA- atau memperkuat barisan demonstrasi gerakan berpengaruh berhaluan Islam, Ikhwanul Muslimin.

Sumber :www.bbc.co.uk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,345 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: