Menlu: ASEAN Belum Minat Jiplak Konsep Uni Eropa

Lombok – Sebagai Ketua ASEAN tahun 2011, Indonesia menjamin visi ASEAN tidak akan berubah seperti organisasi Uni Eropa yang sifatnya lebih mengikat antar negara-negara yang tergabung di dalamnya. Karena setiap kawasan memiliki kriteria yang berbeda-beda.

“Setiap kawasan memiliki latar belakang dan situasi yang unik dan berbeda. Meskipun kita mempelajari dan melihat bukan berarti kita semata tidak akan menjiplak, tapi karena keadaannya tentu berbeda,” ujar Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa kepada wartawan di sela-sela kegiatan AMM Retreat di The Santosa Resort, Sengigi, Lombok, NTB, Minggu (16/1/2011).

ASEAN dikatakan Marty, sejauh ini belum berfikir ke arah itu. Karena ASEAN masih fokus menciptakan strategi yang matang untuk ke depannya.

“Kita fokus ke depan bagaimana menciptakan adanya posisi-posisi ASEAN yang lebih Kohesif mengenai masalah-masalah global,” katanya.

Marty menuturkan selama ini ASEAN mulai aktif membahas isu-isu global. ASEAN ikut berkontribusi dalam pemeliharaan perdamaian khususnya di kawasan di Asia Tenggara.

“Ternyata ASEAN itu selama ini sudah bekerja sedemikian rupa, ada sikap-sikapnya mengenai masalah besar, global dan kerjasama negara ASEAN dengan Uni Eropa seperti American Union. Di situ ASEAN memberi kontribusi secara nasional ke pasukan pemeliharaan perdamaian,” jelas Marty.

ASEAN berharap ke depan akan semakin matang dengan program-programnya yang telah direncanakan. ASEAN tidak ingin hanya berfokus pada satu permasalahan saja.

“Kita (ASEAN) lebih menggunakan istilah platform bersama ASEAN, mengenai masalah global yang menjadi kepentingan bersama. Dalam platform itu ada satu sikap bersama tentang isu-isu yang memang ada kepentingan bersama, meski tidak semua, tapi kita akan lihat mengenai masalah seperti mengatasi bencana alam,” beber pria berkacamata ini.

Khusus untuk Indonesia, saat ini sudah dalam possi yang cukup berperan dan berpengaruh baik di ASEAN maupun global. Hal itu mengacu pada sistem politik luar negeri yang dianut Indonesia yaitu bebas aktif.

“Indonesia berada dalam posisi yang cukup berperan dan berpengaruh dengan visi bagaimana memastikan agar hubungan dinamika dengan negara-negara lain, agar ini tidak kembali ke arah era perang dingin seperti dulu terkotak-kota antara Barat dan Timur. Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, membuat kita tidak akan memposisikan diri ke salah satu kubu atau kelompok,” imbuhnya.

“Bebas aktif di era abad 21 inilah, akan kita interpretasikan sebagai bagian untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai bangsa yangg bisa mengambil keputusan secara mandiri. dan mengedepankan konsep perdamaian, keamanan dan kesejahteraan,” tandas Marty.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 154,345 Sentuhan
free counters
%d blogger menyukai ini: