Kejahatan Lintas Negara

Relations

Dengan perkembangannya yang demikian pesat, kejahatan lintas negara (transnational crimes) dewasa ini dipandang sebagai salah satu ancaman serius terhadap keamanan global.
Selain berkembang pesat, kejahatan lintas negara memiliki karakteristik yang sangat kompleks. Beberapa faktor yang menunjang kompleksitas perkembangan kejahatan lintas batas negara antara lain adalah globalisasi, migrasi atau pergerakan manusia, serta perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi yang pesat. Keadaan ekonomi dan politik global yang tidak stabil juga berperan menambah kompleksitas tersebut.

Pada pertemuan high level yang diselenggarakan di Majelis Umum PBB tanggal 17 Juni 2010, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyebutkan bahwa di satu sisi ancaman kejahatan lintas negara semakin meningkat namun di sisi lain kemampuan negara untuk mengatasinya masih terbatas. Untuk itu, sangat penting bagi negara-negara untuk meningkatkan kerjasama internasional untuk secara kolektif menanggulangi meingkatnya ancaman kejahatan lintas negara tersebut.

Konvensi PBB mengenai Kejahatan Lintas Negara Terorganisir (United Nations Convention on Transnational Organized Crime-UNTOC) yang diadopsi pada tahun 2000 menyebutkan sejumlah kejahatan yang termasuk dalam kategori kejahatan lintas negara terorganisir, yaitu pencucian uang, korupsi, perdagangan manusia, penyelundupan migran serta produksi dan perdagangan gelap senjata api. Konvensi juga mengakui keterkaitan yang erat antara kejahatan lintas negara terorganisir dengan kejahatan terorisme, meskipun karakteristiknya sangat berbeda. Meskipun kejahatan perdagangan gelap narkoba tidak dirujuk dalam Konvensi, kejahatan ini masuk kategori kejahatan lintas negara terorganisir dan bahkan sudah diatur jauh lebih lengkap dalam tiga Konvensi terkait narkoba sebelum disepakatinya UNTOC.

ASEAN Plan of Action to Combat Transnational Crimes (ASEAN-PACTC) tahun 2002 juga menyebutkan 8 jenis kejahatan lintas negara dalam lingkup kerjasama ASEAN yaitu: perdagangan gelap narkoba, perdagangan manusia, sea-piracy, penyelundupan senjata, pencucian uang, terorisme, international economic crime dan cyber crime.

Seiring perkembangan jaman, terdapat berbagai kejahatan transnasional lainnya yang perlu ditangani secara bersama dalam kerangka multilateral, seperti kejahatan pencurian dan penyelundupan obyek-obyek budaya, perdagangan organ tubuh manusia, environmental crime (illegal logging dan illegal fishing), cyber crime dan computer-related crime.

Meskipun belum terdapat kesepakatan mengenai konsep dan definisi atas beberapa kejahatan tersebut, secara umum kejahatan ini merujuk secara luas kepada non-violent crime yang pada umumnya mengakibatkan kerugian finansial.
Semakin beragam dan meluasnya tindak kejahatan lintas negara tersebut telah menarik perhatian dan mendorong negara-negara di dunia melakukan kerjasama untuk menanggulangi kejahatan tersebut di tingkat bilateral, regional dan multilateral.

Di tingkat multilateral, PBB sebagai badan internasional banyak memprakarsai dan melakukan langkah-langkah peningkatan kerjasama internasional memberantas kejahatan lintas negara, termasuk pembentukan instrumen internasional terkait dengan pencegahan dan pemberantasan kejahatan internasional.
Posisi Indonesia

Indonesia berperan aktif dalam kerjasama internasional menanggulangi kejahatan lintas negara. Sebagai implementasi peran aktif tersebut, Indonesia telah menjadi Negara Pihak pada lima instrumen internasional yang terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yakni:

1. UN Single Convention on Narcotics,
2. UN Convention on Psychotropic Substances,
3. UN Convention against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances,
4. UN Convention on Transnational Organized Crime (UNTOC) serta dua Protokolnya mengenai Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia, dan
5. UN Convention Against Corruption (UNCAC).
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen sebagai negara pihak pada lima instrumen internasional tersebut, Pemri telah memiliki sejumlah peraturan perundang-undangan terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara yang mengadopsi atau sejalan dengan standar dan norma yang diatur dalam konvensi-konvensi tersebut.
Pemri juga turut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara, antara lain:
1. Commission on Narcotic Drugs (CND),
2. Commission on Crime and Criminal Justice (CCPCJ), termasuk UN Crime Congress yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali,
3. Conference of Parties dari UNTOC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNTOC, dan
4. Conference of State Parties dari UNCAC, termasuk intergovernmental working groups yang diselenggarakan dalam kerangka UNCAC.

Pemri juga ikut aktif dalam forum sektoral seperti Asia Pacific Group on Money Laundering dan Egmont Group. Kedua forum tersebut membahas isu pencegahan dan pemberantasan isu pencucian uang.

Sementara dalam kerangka kerjasama kawasan, sejak tahun 2002 Indonesia bersama dengan Australia telah menginisiasi Bali Process Regional Ministerial Conference (BRMC/ Bali Process) yang bertujuan untuk menanggulangi permasalahan kejahatan penyelundupan manusia, perdagangan orang dan kejahatan transnasional terkait lainnya. Sejalan dengan semakin meningkatnya arus penyelundupan manusia di kawasan Asia-Pasifik, Bali Process memiliki peran yang sangat penting sebagai forum untuk menyusun mekanisme kawasan dalam menanggulangi permasalahan tersebut.
Menanggapi semakin berkembangnya kejahatan lintas negara ini, Pemri akan terus meningkatkan peran dan partisipasinya dalam berbagai forum internasional terkait dengan penanggulangan kejahatan lintas negara. Pemri juga berkomitmen untuk selalu mengedepankan kepentingan nasional dalam upaya penanggulangan kejahatan lintas negara.

Deplu.go.id

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • 105,080 Sentuhan
free counters
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: